Virus corona, gejala dan penanganan

Virus Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkangangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Infeksi virus Corona disebut COVID-19(Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukanlockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.null

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona,virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Tingkat Kematian Akibat Virus Corona (COVID-19)

Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 17 Juli 2020 adalah 81.668 orang dengan jumlah kematian 3.873 orang. Tingkat kematian (case fatality rate) akibat COVID-19 adalah sekitar 4,7%.

Jika dilihat dari persentase angka kematian yang di bagi menurut golongan usia, maka lansia memiliki persentase tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan golongan usia lainnya.

Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 60% penderita yang meninggal akibat COVID-19 adalah laki-laki dan 40% sisanya adalah perempuan.

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu:

  • Diare
  • Sakit kepala
  • Konjungtivitis
  • Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau
  • Ruam di kulit

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter

Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain. Bila muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu Anda lakukan dan obat apa yang perlu Anda konsumsi.

Bila Anda memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko Anda tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Anda bisa membuat janji konsultasidengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi ALODOKTER agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat membantu Anda.

ALODOKTER juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentuperokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.

Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona
  • Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak
  • CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan beberapa beberapa langkah untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus corona, yaitu:

  • Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.
  • Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 (termasuk kategori suspek dan probable) yang sebelumnya disebut sebagai ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain, yaitu:

  • Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
  • Larang orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter di rumah sakit, seperti melahirkanoperasi, cuci darah, atauvaksinasi anak, perlu ditangani secara berbeda dengan beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan virus Corona selama Anda berada di rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter mengenai tindakan terbaik yang perlu dilakukan.

Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi mengenai gejala, pencegahan, dan penanganan infeksi virus Corona, silakandownload aplikasi ALODOKTER di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi ALODOKTER, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Turbin reaksi

Pendahuluan

Pada turbin reaksi, air masuk turbin dalam kondisi bertekanan & mengalir melalui sudu-sudu. Head tekanan dari air saat mengalir melalui sudu-sudu turbin dikonversi menjadi head kecepatan & akhirnya tekanannya turun hingga tekanan atmosfer pada sisi keluar turbin.

Komponen Utama Turbin Reaksi

Turbin reaksi mempunyai komponen-komponen utama sbb :
1. Pipa pesat (Penstock)
2. Spiral Casing
3. Mekanisme Guide
4. Runner

Penstock

Penstock adalah suatu pipa air yang digunakan untuk mengalirkan air dari reservoar air ke casing turbin. Pada sisi inlet dari penstock, screen (trashrack) dipasang untuk menyaring kotoran yang akan masuk.

Penstock umumnya dibuat di lapangan (site) & diuji terhadap :
a. Kebocoran (leak-proof)
b. Keamanan kerja

Casing Spiral

Air dari penstock dialirkan di saluran pengarah (guide ring) dalam suatu casing. Casing ini dirancang sedikian rupa sehingga luas penampangnya maksimum pada sisi masuk & minimum pada sisi keluar sehingga bentuk dari casing adalah spiral. Sehingga casing sering disebut : Spiral Casing atau Scroll Casing.
Spiral casing diberi lubang inspeksi (inspection hole) & alat ukur tekanan (pressure gauge). Material dari spiral casing tergantung pada head air dimana turbin beroperasi, yaitu sbb :
Beton (concrete) H = hingga 30 m
Plat baja rol las-lasan H = hingga 100 m
Baja cor H > 100 m

Mekanisme Guide

Sudu pengarah (guide vane) yaitu sudu-sudu yang diletakkan pada wheel yang tetap yang ada di antara 2 wheel yang berputar. Wheel yang yang berisi sudu-sudu tetap ini dipasang pada spiral casing.
Sudu pengarah (guide vane) dirancang dgn pertimbangan :
a. Agar air masuk runner tanpa shock (hal ini dilakukan dengan menjaga kecepatan relatif pada sisi inlet runner dengan arah tangensial terhadap sudut sudu).
b. Agar air masuk sesuai kebutuhan debit dari turbin (hal ini dilakukan dengan mengatur pembukaan sudu pengarah).

Semua sudu pengarah dapat berputar terhadap engselnya. Sudu pengarah dapat tertutup atau terbuka dengan suatu poros pengatur (regulating shaft) sehingga debit yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan.

Turbine Runner

Runner dari turbin reaksi terdiri dari sudu-sudu runner (runner blade) yang tetap ke suatu poros atau ring tergantung pada tipe turbin.

Gambar 4.1

Sudu (blade) dirancang sehingga air masuk & keluar runner tanpa shock. Runner dikunci ke poros yang dapat vertikal atau horisontal. Jika poros vertical, turbin disebut turbin vertikal. Jika poros horizontal, turbin disebut turbin horisontal.

Perbedaan antara Turbin Impuls & Turbin Reaksi

Tabel 4.1
No.
Turbin Impuls
Turbin Reaksi

1.
Semua energi tersedia dari air mula-mula dikonversi menjadi energi kinetik.
 
Energi tersedia dari air tidak dikonversi dari 1 bentuk energi ke bentuk energi yang lainnya.

2.
Air mengalir melalui nosel & menumbuk bucket yang dipasang pada keliling wheel.
 
Air diarahkan dengan sudu pengarah (guide blade) ke sudu putar.

3.
Air menumbuk bucket dengan energi kinetik.
 
Air mengalir pada sudu putar dengan energi tekanan.

4.
Tekanan air yang mengalir tetap tidak berubah & sama dengan tekanan atmosfer.
 
Tekanan air yang mengalir berkurang setelah air melewati sudu.

5.
Tidak masalah apakah turbin tercelup semua atau ada celah udara antara sudu & wheel.
 
Wheel harus selalu tercelup air.

6.
Air dapat mengalir pada sebagian keliling wheel atau seluruh keliling wheel.
 
Air melewati seluruh keliling dari wheel.

7.
Dimungkinkan untuk mengatur aliran tanpa rudi-rigi aliran.
 
Tidak dimungkinkan untuk mengatur aliran tanpa rugi-rugi aliran.

8.
Kerja yang dilakukan hanya oleh perubahan energi kinetik dari jet air.
 
Kerja dilakukan sebagian oleh perubahan head kecepatan, namun hampir seluruhnya oleh perubahan head tekanan.

Klasifikasi Turbin Reaksi

Turbin reaksi dapat digolongkan menjadi 3 macam tergantung dari arah aliran air melalui wheel, yaitu :
a. Turbin aliran radial
b. Turbin aliran aksial
c. Turbin aliran campur

Turbin aliran Radial

Pada turbin aliran radial aliran air dalam arah radial (sepanjang radius wheel). Turbin aliran radial dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
a. Turbin Aliran Radial Masuk (Inward Flow Turbine)
Air masuk wheel dari sisi keliling wheel menuju ke pusat dari wheel.
b. Turbin Aliran Radial Keluar (Outward Flow Turbine)
Air masuk dari pusat wheel menuju sisi keliling wheel.

Turbin Aliran Aksial

Pada turbin aliran aksial, air mengalir sejajar dengan sumbu wheel. Turbin ini disebut juga sebagai turbin aliran sejajar (paralel).

Turbin Aliran Campur

Turbin aliran campur adalah jenis turbin dimana aliran sebagian berarah radial & sebagian berarah aksial.

Turbin Reaksi Aliran Inward (Menuju Pusat Turbin)

Pada rurbin reaksi jenis inward flow, air masuk wheel pada sisi keliling wheel menuju pusat wheel. Turbin ini terdiri dari sudu pengarah tetap (fixed guide blade, yang mengarahkan air masuk ke wheel yang berputar (revolving wheel) pada sudut yang tepat. Ini dilakukan dengan mengatur sudut sudu secara tangensial kecepatan relatif air & revolving wheel. Air melewati sudu & memberikan sejumlah gaya ke revolving wheel melalui sudu-sudunya. Gaya ini menyebabkan revolning wheel berputar.

Gambar 4.2.

Perlu dicatat bahwa jika beban pada turbin berkurang akan menyebabkan poros berputar pada rpm yang lebih tinggi.
Gaya sentrifugal yang naik karena rpm yang naik ( cenderung mengurangi jumlah air yang mengalir melalui sudu sehingga kecepatan air pada sisi masuk juga berkurang. Hal ini akhirnya akan menurunkan daya yang dihasilkan turbin.

Ini adalah keuntungan dari turbin reaksi jenis aliran inward bahwa turbin dapat mengatur secara otomatis sesuai beban yang diperlukan turbin.
Efisiensi tertinggi didapatkan jika kecepatan dari air yang keluar turbin sekecil mungkin.

Kerja yang Dihasilkan oleh Turbin Reaksi Aliran Inward

Efisiensi atau daya yang dihasilkan oleh turbin dapat ditentukan dengan menggambar segitiga kecepatan pada sisi inlet dan sisi outlet (lihat gambar)

Gambar 4.3.

Keterangan :
V = kecepatan mutlak air yg masuk
D = diameter luar wheel
N = rpm wheel
v = kecepatan tangensial wheel pada inlet
(disebut juga kecepatan keliling pada inlet)
Vr = kecepatan relatif air terhadap wheel pada inlet
Vf = kecepatan aliran pada inlet

V1, D1, v1, Vr1, Vf1 = parameter-parameter pada sisi outlet
 = sudut air masuk wheel (disebut pula sudut sudu pengarah)
 = sudut air keluar wheel
 = sudut ujung sudu pada inlet (= sudut sudu pada inlet)
 = sudut ujung sudu pada outlet (= sudut sudu pada outlet)

Pembentukan logam

Pembentukan logam masuk dalam sebuah kelompok besar dari proses-proses manufaktur. Pembentukan logam menggunakan deformasi plastis untuk mengubah bentuk benda kerja. Deformasi atau perubahan bentuk dihasilkan dari penggunaan tool yang biasanya disebut die. Die tersebut memberikan tegangan yang melebihi kekuatan yield logam (plastis). Logam selanjutnya berubah bentuk menjadi bentuk yang sesuai dengan geometri die.

Pada pembentukan logam, tegangan yang diberikan untuk mengubah bentuk logam secara plastis biasanya bersifat compressive. Namun ada beberapa proses pembentukan yang menarik logam (drawing), yaitu ketika menekuk logam dan menerapkan tegangan geser pada logam. Agar dapat dibentuk dengan baik, benda kerja harus memiliki sifat yang tepat. Sifat yang harus dimiliki yakni mampu bentuk yang tinggi dan kekuatan yield yang rendah. Kedua sifat tersebut dipengaruhi oleh temperatur. Ketika temperatur logam meningkat, sifat mampu bentuk logam meningkat dan kekuatan yield logam berkurang. Selain temperatur ada faktor lain yang memengaruhi pembentukan logam. Faktor lain tersebut antara lain kecepatan regangan dan gesekan.

1.2. Tujuan metal forming

Tujuan utama Proses Manufacturing adalah untuk membuat komponen dengan mempergunakan material tertentu yang memenuhi persyaratan bentuk dan ukuran, serta struktur yang mampu melayani kondisi lingkungan tertentu.

Melihat faktor-faktor diatas maka faktor membuat suatu bentuk tertentu merupakan faktor utama. Ada beberapa metoda atau membuat geometri (bentuk dan ukuran) dari suatu bahan yang dikelompokan menjadi enam kelompok dasar proses pembuatan ( manufacturing proces) yaitu : proses pengecoran ( casting), proses pemesinan (machining), proses pembentukan logam (metal forming), proses pengelasan (welding), perlakuan panas (heat treatment), dan proses perlakuan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam (surface treatment).

1.3. Klasifikasi Pembentukan Logam

Proses pembentukan logam dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu :

Proses Bulk Deformation
Karakteristik proses bulk deformation secara umum adalah mengubah bentuk benda kerja secara signifikan dan besar-besaran. Karakteristik lainnya yaitu perbandingan luas permukaan bidang benda kerja dengan volumenya relatif kecil (mengapa diberi istilah bulk). Bulk berlawanan dengan sheet, di mana sheet memiliki luas permukaan bidang yang jauh lebih besar dari volumenya.

Proses bulk deformation dibagi menjadi beberapa proses antara lain:

a. rolling

Rolling adalah proses penekanan (kompresi) untuk mengurangi ketebalan sebuah slab oleh sepasang mekanisme roller. Pengerjaan rolling terbagi dua, yaitu hot rolling dan cold rolling.

Hot-rolled memiliki ciri-ciri seperti permukaan kasar, toleransi tinggi, gaya rol rendah, dan umumnya untuk deformasi plastik yg besar.
cold-rolled berciri-ciri permukaan akhir lebih baik (halus) dan untuk toleransi rendah
b. Forging,
Forging atau penempaan adalah proses deformasi di mana benda kerja ditekan di antara dua die (cetakan). Penekanan dapat dilakukan dengan tekanan kejut atau tekanan berangsur-angsur (perlahan). Proses penekanan tersebut akan menghasilkan bentuk benda kerja yang sesuai dengan apa yang diinginkan.

Proses penempaan merupakan salah satu dari beberapa jenis pengerjaan logam yang paling tua. Proses penempaan sudah dikenal dan dilakukan sekitar 4000 tahun sebelum masehi. Ketika itu penempaan dilakukan untuk membuat koin dan perhiasan.

Berdasarkan temperatur kerjanya, penempaan dibagi menjadi hot forging (warm forging) dan cold forging.

Hot forging
Hot forging atau penempaan panas merupakan proses penempaan yang dilakukan pada logam bersuhu tinggi (panas). Proses hot forging dilakukan bila logam yang ingin ditempa perlu dikurangi kekuatannya dan ditingkatkan sifat mampu bentuknya. Karena logam yang akan ditempa kekuatannya berkurang dan mampu bentuknya meningkat, hot forging relatif memerlukan gaya yang lebih kecil dibanding cold forging. Tingginya sifat mampu bentuk membuat produk hasil hot forging memiliki akurasi ukuran dan kualitas permukaan yang lebih buruk dibandingkan dengan cold forging.

Cold forging
Cold forging atau penempaan dingin merupakan proses penempaan yang dilakukan pada logam bersuhu ruang. Proses penempaan ini memerlukan gaya yang lebih besar dibandingkan dengan hot forging. Hal tersebut dikarenakan logam yang dingin memiliki kekuatan yang lebih besar daripada logam yang panas. Syarat dari logam atau material yang dapat dikerjakan dengan cold forging yakni harus memiliki sifat mampu bentuk yang tinggi pada suhu ruang. Syarat tersebut harus dipenuhi supaya perubahan bentuk dapat terjadi tanpa timbulnya retak atau patah. Dibandingkan dengan hot forging, cold forging memiliki akurasi ukuran dan kualitas permukaan yang lebih baik.

Jenis-jenis Penempaan
Berdasarkan derajat pembatasan arah aliran benda kerja oleh cetakan, penempaan dibagi menjadi tiga jenis. Ketiga jenis penempaan tersebut antara lain:

(1) Open-die forging.

(2) Impression-die forging.

(3) Flashless forging.

Selain tiga jenis penempaan di atas, ada jenis penempaan lain yang mampu menghasilkan produk yang lebih presisi. Jenis penempaan ini dikenal dengan sebutan precision forging.

c. Extrusion

Proses ekstrusi merupakan proses pembentukan logam yang bertujuan untuk mereduksi atau mengecilkan penampang Dengan cara menekan bahan logam melalui rongga cetakan,metode pembentuan logam ini menggunakan gaya tekan yang relative besar. Proses ini biasanya digunakan untuk membuat batang siilinde,tabung berongga dan sebagainya.

Ada dua proses ekstrusi

Exstrussion

a). Forward extrusion (langsung atau searah)

Pada proses ini,billet atau benda kerja diletakan dalam wadah dan ditekan oleh penekan kearah cetakan,terjadi gerakan relative antara wadah dan billet,billet bergerak dan dinding wadah diam, gerakan relative ini menimbulkan gaya gesek yang dapat meningkatkan kebutuhan daya operasi secara keseluruhan.

Produk yang dihasilkan dari proses ini keluar searah Dengan gerakan penekan atau searah Dengan gaya tekan yang digunakan

b). Reverse extrusion (tak langsung atau berlawanan)

Pada proses ini,cetakan brada pada penekan berongga,sedangkam pada ujung wadah yang lain ditutup dengan pelat.umumnya ekstrusi tak langsung penekan cetakan diam,dan yang bergerak adalah wadah dan biletnya.

Pada ekstrusi tak langsung tidak terjadi gerakan relative antara diinding wadah Dengan permukaan billet,sehingga secara keseluruhan gaya gesek menjadi rendah dan dayayang dibutuhkan untuk oprasi menjadi relative lebih kecil jika dibandingkan Dengan ekstrusi langsung .

Produk yang dihasilkan dalam proses ini keluar Dengan arah yang berlawanan Dengan arah gaya tekan yg di gunakan.

d. Drawing .
Proses drawing dilakukan dengan menekan material benda kerja yang berupa lembaran logam yang disebut dengan blank sehingga terjadi peregangan mengikuti bentuk dies, bentuk akhir ditentukan oleh punch sebagai penekan dan die sebagai penahan benda kerja saat di tekan oleh punch. pengertian dari sheet metal adalah lembaran logam dengan ketebalan maksimal 6 mm, lembaran logam (sheet metal) di pasaran dijual dalam bentuk lembaran dan gulungan.
Pada umumnya berbebagai jenis material logam dalam bentuk lembaran dapat digunakan untuk proses drawing seperti stainless stell, alumunium, tembaga, perak, emas, baja. Maupun titanium. untuk proses dari drawing adalah sebagai berikut:

Draw.png

kontak awal pada gambar A, punch bergerak dari atas ke bawah, blank dipegang oleh nest agar tidak bergeser ke samping, kontak awal terjadi ketika bagian-bagian dari die set saling menyentuh lembaran logam (blank) saat kontak awal terjadi belum terjadi gaya-gaya dan gesekan dalam proses drawing.
Bending
Selanjutnya lembaran logam mengalami proses bending seperti pada gambar B, punch terus menekan kebawah sehingga posisi punch lebih dalam melebihi jari-jari (R) dari die, sedangkan posisi die tetap tidak bergerak ataupun berpindah tempat, kombinasi gaya tekan dari punch dan gaya penahan dari die menyebabkan material mengalami peregangan sepanjang jari-jari die, sedangkan daerah terluar dari blank mengalami kompresi arah radial. Bending merupakan proses pertama yang terjadi pada rangkaian pembentukan proses drawing, keberhasilan proses bending ditentukan oleh aliran material saat proses terjadi.
Straightening
Saat punch sudah melewati radius die, gerakan punch ke bawah akan menghasilkan pelurusan sepanjang dinding die lembaran logam akan mengalami peregangan sepanjang dinding die. Dari proses pelurusan sepanjang dinding die diharapkan mampu menghasilkan bentuk silinder sesuai dengan bentuk die dan punch.
Compression
Proses compression terjadi ketika punch bergerak kebawah, akibatnya blank tertarik untuk mengikuti gerakan dari punch, daerah blank yang masih berada pada blankholder akan mengalami compression arah radial mengikuti bentuk dari die.
Casting adalah proses pembuatan benda dari bahan logam atau alloy (logam campuran) dengan cara mencairkan logam tersebut kemudian menuangkan nya atau mensentrifugasikan nya ke dalam ruangan (Mould chamber) yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dalam hal ini logam dicairkan dengan cara pemanasan (peleburan) dan dengantekanan, logam cair tersebut didorong masuk ke dalam mould chamber. Maka terbentuklah benda dari logam yang berbentuk sama dan sebangun dengan model malam sebelumnya nya (Harty dan Ogston,1995).

Pengertian Mould Chamber adalah suatu ruangan yang terdapat dalam bahan pendam(Investment Materials) yang merupakan ruangan bekas model malam yang sudah dicairkanatau diuapkan keluar dari bahan pendam ( Harty dan Ogston, 1995).

Pengecoran suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan parts dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi.Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga sesuaidengan bentuk yang diinginkan ( Harty dan Ogston, 1995).

Menurut Harty dan Ogston (1995) proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi duamacam, yaitu traditional casting dan non-traditional/contemporary casting

Proses Sheet Metalworking
Proses sheet metalworking merupakan proses pembentukan dan pemotongan pada logam lembaran (sheet), logam strip, dan coil. Bahan baku pada proses ini memiliki perbandingan luas permukaan bidang dengan volume yang tinggi. Perlakuan yang diterapkan pada lembaran logam biasanya berupa tekanan. Oleh karena itu proses ini dapat pula disebut dengan istilah pressworking.

Pengerjaan pada logam lembaran selalu menggunakan temperatur cold working. Alat yang digunakan biasanya berupa punch dan die. Punch merupakan bagian yang positif, sedangkan die merupakan bagian yang negatif. Proses-proses sheet metalworking antara lain:

a. Pressing
Pressing adalah Jenis penekan untuk kerja lembaran logam dapat diklasifikasikan menurut satu atau kombinasi karakteristik, seperti sumber daya, jumlah slide, jenis frame dan konstruksi, jenis drive, dan aplikasi yang dimaksudkan.

Faktor penting yang mempengaruhi pemilihan pers adalah ukuran, kekuatan dan energi

Ukuran. Tempat tidur dan area slide pers harus berukuran cukup sehingga bisa menampung mati untuk digunakan dan menyediakan ruang yang memadai untuk perubahan dan perawatan mati. Persyaratan Stroke terkait dengan tinggi bagian yang akan diproduksi. Tekanan dengan stroke pendek sebaiknya dipilih karena akan memungkinkan operasi lebih cepat, sehingga meningkatkan produktivitas. Ukuran dan jenis pers yang dipilih juga tergantung pada metode dan sifat pemberian pakan bagian, jenis operasi, dan material yang terbentuk.

kekuatan dan Energi. Tekanan yang dipilih harus memiliki kapasitas untuk memberi kekuatan dan energi yang diperlukan untuk melakukan operasi.Sumber utama energi dalam pengepres mekanis adalah roda gila, dan energi yang tersedia adalah fungsi dari massa roda gila dan kuadrat kecepatannya.

b. Deep drawing
Deep Drawing adalah proses pembentukan pelat lembaran menjadi benda bentuk mangkuk atau box dengan alat bantu berupa punch dan dies forming, tanpa terjadi perubahan ketebalan material yang berarti dari tebal pelat asalnya.ketika kedalaman produk lebih dari diameter maka disebut Deep Drawing. ketika kedalaman produk kurang dari diameter ini disebut Shallow Drawing. Deep drawing bertujuan untuk memperoleh bentuk tertentu dan biasanya ketebalan material berubah setelah melalui proses ini.

Proses pembentukan nya dimulai saat punch mendorong flens masuk cetakan atau dies,disisni terjadi proses deformasi bending kemudian terjadi pembentukan dinding mangkuk atau cup, baja lembaran bagian luar atau flens akan berkurang secara kontunyudari ukuran lingkaran awal Db menjadi lingkaran berdiameter Dp.Baja lembaran bagian luar atau flens akan berkurang secara kontunyudari ukuran lingkaran awal Db menjadi lingkaran berdiameter Dp.

Pada proses deep drawind luas lembaran yang digunakan lebih besar daripada luas produk akhir. Sehingga setelah terbentuk produk akhir akan tersisa bagian flens untuk dipotong sesuai tinggi mangkuk yang di rancang. skematik deep drawing ditunjukan pada gambar dibwah ini.

Komponen turbin uap

C. Komponen-komponen Turbin Uap
Komponen-komponen utama pada turbin uap yaitu

  • Cassing
    Adalah sebagai penutup (rumah) bagian-bagian utama turbin.
  • Rotor
    Adalah bagian turbin yang berputar terdiri dari:
    1) Poros
    Berfungsi sebagai komponen utama tempat dipasangnya cakram-cakram sepanjang sumbu.
    2) Sudu turbin atau deretan sudu
    Berfungsi sebagai alat yang menerima gaya dari energi kinetik uap melalui nosel.
    3) Cakram
    Berfungsi sebagai tempat sudu-sudu dipasang secara radial pada poros.
  • Nosel
    Berfungsi sebagai media ekspansi uap yang merubah energi potensial menjadi energi kinetik.
  • Bantalan (bearing)
    Merupakan bagian yang berfungsi uuntuk menyokong kedua ujung poros dan banyak menerima beban.
  • Perapat (seal)
    Berfungsi untuk mencegah kebocoran uap, perapatan ini terpasang mengelilingi poros. Perapat yang digunakan adalah :
  1. Labyrinth packing
  2. Gland packing
  • Kopling
    Berfungsi sebagai penghubung antara mekanisme turbin uap dengan mekanisme yang digerakkan.

D. Prinsip Kerja Turbin Uap
Turbin uap terdiri dari sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram yang disebut sudu-sudu. Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan yang berasal dari ketel uap, yang telah dipanasi terdahulu dengan menggunakan bahan bakar padat, cair dan gas seperti yang digunakan di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk.
Uap tersebut kemudian dibagi dengan menggunakan control valve yang akan dipakai untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan pompa dan juga sama halnya dikopel dengan sebuah generator singkron untuk menghasilkan energi listrik.
Setelah melewati turbin uap, uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi muncul menjadi uap bertekanan rendah. Panas yang sudah diserap oleh kondensor menyebabkan uap berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler. Sisa panas dibuang oleh kondensor mencapai setengah jumlah panas semula yang masuk. Hal ini mengakibatkan efisisensi thermodhinamika suatu turbin uap bernilai lebih kecil dari 50%. Turbin uap yang modern mempunyai temperatur boiler sekitar 5000C sampai 6000C dan temperatur kondensor 200C sampai 300C.
( Shlyakhin,P: Turbin uap. Hal 12).

D.1 Asas Impuls dan Reaksi
Turbin adalah mesin rotari yang bekerja karena terjadi perubahan energi kinetik uap menjadi putaran poros turbin. Proses perubahan itu terjadi pada sudu-sudu turbin. Sebagai perbandingan dengan mesin torak yang bekerja karena ekpansi energi panas gas atau uap di dalam silinder yang mendorong torak untuk bergerak bolak-balik. Pada dasarnya, prinsip kerja mesin torak dengan turbin uap adalah sama. Fluida gas dengan energi potensial yang besar berekspansi sehingga mempunyai energi kinetik tinggi yang akan medorong torak atau sudu, karena dorongan atau tumbukan tersebut, torak atau sudu kemudian bergerak. Proses tumbukan inilah yang dinamakan dengan Impuls.

Azas impuls dapat dijelaskan dengan metode sebagai berikut. Adalah sebuah pelat yang ditumbuk dengan fluida gas berkecepatan Vs, dan laju massa m, karena pelat itu beroda sehingga bergerak dengan kecepatan Vb. Dari dua model di atas, dapat dilihat bahwa model sudu mempunyai daya yang lebih besar pada kecepatan dan laju massa fluida gas yang sama.
Maka dengan alasan tersebut, bentuk sudu dianggap yang paling efisien untuk diterapkan pada turbin uap atau jenis turbin lainnya seperi turbin gas dan air. Penerapan model sudu tersebut di atas pada turbin uap, yaitu menata sudu sudut tersebut sebaris mengelilingi roda jalan atau poros turbin uap, sehingga terjadi keseimbangan gaya.
Perbedaan turbin impuls dan reaksi dari segi aliran

Model turbin impuls dalam sejarahnya sudah pernah dibuat oleh Branca. Prinsip kerjanya adalah dengan menyemburkan uap berkecapatan tinggi melalui nosel ke sudu-sudu impuls pada roda jalan. Akibat adanya tumbukan antara semburan gas dengan sudu-sudu jalan turbin impuls, poros turbin menjadi berputar.
Berbeda dengan azas impuls, azas reaksi untuk sebagaian orang lebih sulit dipahami. Untuk menggambarkan azas reaksi bekerja pada gambar adalah model jet uap dari Newton.
Semburan uap dari tabung mempunyai energi kinetik yang besar sehingga sepeda akan bergerak ke kiri. Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa mesin tersebut bekerja dengan azas reaksi, yaitu semburan uap melakukan aksi sehingga timbul reaksi pada sepeda untuk begerak melawan aksi.

E. Klasifikasi Turbin Uap
Untuk memudahkan identifikasi terhadap turbin uap, maka turbin uap diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Menurut jumlah tingkat tekanan
    a) Turbin satu tingkat yang memiliki kapasitas tenaga kecil, biasanya digunakan untuk menggerakkan kompresor, pompa, dan mesin-mesin lainnya yang kapasitas tenaganya kecil.
    b) Turbin bertingkat banyak (neka tingkat), yaitu turbin yang dibuat untuk kapasitas tenaga dari kecil kepada yang besar dan biasanya terdiri dari susunan beberapa nosel dan beberapa cakram yang ditempatkan berurutan dan berputar pada satu poros yang sama.
  2. Menurut arah aliran uap
    a) Turbin aksial, yang uapnya mengalir dengan arah yang sejajar terhadap poros turbin.
    b) Turbin radial, yang arah aliran uapnya tegak lurus terhadap poros turbin.
  3. Menurut jumlah silinder
    a) turbin silinder tunggal
    b) turbin silinder ganda
    c) turbin tiga silinder
    d) turbin empat silinder
  4. Menurut kondisi uap yang digunakan
    a) Turbin tekanan lawan, yaitu bila tekanan uap bekas sama dengan tekanan uap yang dibutuhkan untuk keperluan proses kegiatan pabrik. Turbin ini tidak mengalami kondensasi uap bekas.
    b) Turbin kondensasi langsung, yaitu turbin yang mengondensasikan uap bekasnya langsung ke dalam kondensor, guna mendapatkan air kondensat untuk pengisi air umpan ketel.
    c) Turbin ekstraksi dengan tekanan lawan, dimana uap bekas digunakan untuk keperluan proses.
    d) Turbin ekstraksi dengan kondensasi, dimana sebagian uapnya dipakai untuk proses dan sebagian lagi untuk penyediaan kondensat air pengisi ketel uap.
    e) Turbin kondensasi dengan ekstraksi ganda, uap bekas dari turbin dipakai untuk kebutuhan beberapa tingkat ekstraksi da sisanya dijadikan kondensasi dalam kondensor untuk kebutuhan air pengisi ketel uap.

f) Turbin non kondensasi dengan aliran langsung dan tanpa ada ekstraksi serta kondensasi, uap bekas dibuang ke udara luar dengan tekanan lawan sama atau melebihi dari 1 atm.
g) Turbin non kondensasi dengan ekstraksi, uap bekas tidak dikondensasikan, hanya digunakan untuk proses.

  1. Menurut kondisi uap yang masuk ke dalam turbin
    a) Turbin tekanan rendah dimana tekanan uapnya 2 kg/cm2
    b) Turbin tekanan menengah, tekanan uap sampai dengan 40 kg/cm2
    c) Turbin tekanan tinggi, tekanan uap sampai dengan 170 kg/cm2
    d) Tubin tekanan sangat tinggi, tekanan uap di atas 170 kg/cm2
    e) Turbin adikritis, turbin uap yang beroperasi dengan tekanan uap di atas 225 kg/cm2.
  2. Menurut prinsip aksi uap
    a) Turbin impuls, yang energi potensial uapnya diubah menjadi energi kinetik di dalam nosel atau laluan yang dilewati oleh sudu-sudu gerak,lalu energi kinetik ini diubah menjadi energi mekanik pada poros turbin.
    b) Turbin reaksi aksial, yang ekspansi uap diantara laluan sudu, baik sudu pengarah maupun sudu gerak tiap-tiap tingkat langsung pada derajat yang sama.
  3. Menurut sistem pemanas ulang uap
    a) Turbin uap dengan pemanas ulang tunggal
    b) Turbin uap dengan pemanas ulang ganda
  4. Menurut lingkungan pengoperasiannya
    a) Turbin darat, biasa terdapat pada industri atau PLTU untuk menggerakkan generator
    b) Turbin yang dioperasikan di kapal.
  5. Menurut arah aliran uap
    a) Turbin aksial, Fluida kerja mengalir dalam arah yang sejajar terhadap sumbu turbin
    b) Turbin radial, Fluida kerja mengalir dalam arah yang tegak lurus terhadap sumbu turbin.
  6. Menurut prinsip aksi uap
    a) Turbin impuls, Energi potensial uap diubah menjadi energi kinetik di dalam nosel.
    Adapun turbin impuls mengubah energi potensial uapnya menjadi energi kinetik didalam nosel (yang dibentuk oleh sudu-sudu diam yang berdekatan). Nosel diarahkan kepada sudu gerak. Didalam sudu-sudu gerak, energi kinetik diubah menjadi energi mekanis. Energi potensial uap berupa ekspansi uap, yang diperoleh dari perubahan tekanan awal hingga tekanan akhirnya di dalam sebuah nosel atau dalam satu grup nosel yang ditempatkan didepan sudu-sudu cakram yang berputar. Penurunan tekanan uap didalam nosel diikuti dengan penurunan kandungan kalornya yang terjadi didalam nosel. Hal ini menyebabkan naiknya kecepatan uap yang keluar dari nosel (energi kinetik). Kemudian energi kecepatan semburan uap yang keluar dari nosel yang diarahkan kepada sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar) memberikan gaya impuls pada-pada sudu gerak sehingga menyebabkan sudu-sudu gerak berputar (melakukan kerja mekanis).
    Atau bisa dafahami secara sederhana pronsip kerja dari turbin impuls yaitu turbin yang proses ekspansi lengkap uapnya hanya terjadi pada kanal diam (nosel) saja, dan energi kecepatan diubah menjadi kerja mekanis pada sudu-sudu turbin. Kecepatan uap yang keluar dari turbin jenis ini bisa mencapai 1200/detik. Turbin jenis ini pertama kali dibuat oleh de Laval, yang mana turbin ini mampu beroperasi pada putaran 30.000rpm. Pada aplikasinya turbin impuls ini dilengkapi dengan roda gigi reduksi untuk memindahkan momen putar ke mekanisme yang akan digerakkan seperti generator listrik.

b) Turbin reaksi, Ekspansi uap terjadi pada sudu pengarah dan sudu gerak.
Turbin reaksi yaitu turbin yang ekspansi uapnya tidak hanya terjadi pada laluan-laluan sudu pengarah (nosel) yang tetap saja tetapi juga terjadi pada laluan sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar), sehingga terjadi penurunan keseluruhan kandungan kalor pada semua tingkat sehingga terdistribusi secara seragam. Turbin yang jenis ini umumnyan digunakan untuk kepentingan industri. Kecepatan uap yang mengalir pada turbin (yang biasanyan nekatingkat) lebih rendah yaitu sekitar 100 – 200 m/detik.

Jenis Uap

A. Jenis-jenis Uap
Proses pembentukan uap terbagi atas dua jenis, yaitu :

  1. Uap air
    yaitu uap yang terbentuk diatas permukaan air sebagai akibat dari penurunan tekanan di atas permukaan air sampai tekanan penguapan yang sesuai dengan temperatur permukaan air tersebut pada titik didih dan pada tekanan di bawah tekanan atmosfir bumi. Penurunan tekanan ini diantaranya disebabkan karena adanya tekanan uap jenuh yang sesuai dengan temperatur permukaan air maka akan terjadi penguapan.
  2. Uap panas
    yaitu uap yang terbentuk akibat mendidihnya air , aliran mendidih bila tekanan dan temperatur berada pada kondisi didih. Misalnya bila air tekanan 1 bar maka air tersebut akan mendidih pada suhu didih (±99,630 C).
    Uap yang terbentuk pada tekanan dan temperatur didih disebut uap jenuh saturasi (saturated steam). Apabila uap jenuh dipanaskan pada tekanan tetap, maka uap akan mendapat pemanasan lanjut (temperatur naik). Uap yang demikian disebut uap panas lanjut (uap adi panas) atau superheated steam.
    Menurut keadaannya uap ada tiga jenis, yaitu :
    Ø Uap jenuh
    Uap jenuh merupakan uap yang tidak mengandung bagian-bagian air yang lepas dimana pada tekanan tertentu berlaku suhu tertentu.
    Ø Uap kering
    Uap kering merupakan uap yang didapat dengan pemanas lanjut dari uap jenuh dimana pada tekanan terbentuk dan dapat diperoleh beberapa jenis uap kering dengan suhu yang berlainan.
    Ø Uap basah
    Uap basah merupakan uap jenuh yang bercampur dengan bagian-bagian air yang halus yang temperaturnya sama.

B. Pengertian Turbin Uap
Istilah turbin berasal dari bahasa latin yaitu ”turbo” yang berarti putar. Karena energi yang digunakan untuk memutar poros turbin adalah energi potensial fluida maka turbin sendiri termasuk ke dalam golongan mesin-mesin fluida.
Mesin–mesin fluida adalah mesin yang berfungsi mengubah energi mekanis pada poros menjadi energi potensial fluida atau sebaliknya, yaitu mengubah energi potensial fluida menjadi energi mekanis pada poros.
Secara umum mesin fluida dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu:

  1. Mesin kerja, adalah mesin fluida yang berfungsi mengubah energi mekanis pada poros menjadi energi potensial fluida, misalnya : pompa, kompresor, blower, dan lain-lain.
  2. Mesin tenaga, adalah mesin fluida yang berfungsi mengubah energi potensial fluida menjadi energi mekanis pada poros, misalnya : kincir angin, turbin air, turbin gas, dan turbin uap.
    Turbin kukus (uap air) adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial kukus menjadi energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin langsung atau dengan bantuan roda gigi reduksi, dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Tergantung pada jenis mekanisme yan digerakkan, turbin kukus dapat dipergunakan pada berbagai bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik, dan untuk transportasi.
    Ide turbin kukus ini sudah lama. Sudah umum diketahui bahwa kira-kira tahun 120 S.M. Hero Alexandera membuat prototipe turbin yang pertama yang bekerja berdasarkan prinsip reaksi. Alat ini yang menjelma menjadi instalasi tenaga kukus yang primitif
    Turbin uap (kukus) secara umum diklasifikasikan kedalam tiga jenis impuls, dan gabungan (impuls-reaksi), yang tergantung pada cara perolehan perubahan energi potensial menjadi energi kinetik semburan kukus.

Jenis dan tipe kompressor berdasarkan cara kerja

Jenis Dan Tipe Kompresor Berdasarkan Cara Kerjanya
Peranan kompresor dalam memampatkan gas telah menjadi hal yang sangat penting pada kehidupan modern. Peralatan rumah tangga seperti AC, kulkas, pompa angin, pintu, rem mobil, robot, serta berbagai mesin telah melibatkan kompresor dalam melakukan fungsinya.
Secara umum kompresor dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu:
Kompresor Jenis Piston
Kompresor ini menggunakan silinder yang dan piston untuk memampatkan gas. Biasanya jenis ini banyak dipergunakan untuk memampatkan gas yang memerlukan tekanan tinggi. Tipe kompresor piston mempunyai kelebihan dalam hal kekuatan kompresinya, sehingga banyak diterakpan pada mesin dan AC.
Peran oli atau pelumasan dalam jenis kompresor ini sangat diperlukan. Kekurangan oli pelumas dalam sistem kompresor jenis ini dapat merusak kompresor.
Jenis Kompresor Piston
Kompresor Jensi Rotari
Jenis ini bekerja dengan sebuah screw atau ulir yang berputar dalam silinder sambil mendorong udara atau gas searah putaran ulir. Kelebihan dari jenis kompresor ini adalah suaranya yang lebih kecil, serta getaran yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis piston. Jenis ini banyak dipergunakan pada mesin pompa angin atau media udara.
Jenis ini menggunakan valve dalam yang memanfaatkan perbedaan tekanan untuk memindahkan gas atau refrigeran yang akan dimampatkan.
Jenis Kompresor Rotari
Kompresor Jenis Sentrifugal
Kompresor ini banyak dipergunakan untuk memindahkan uap air. Gas atau udara yang dipindahkan bergerak searah dengan arah putaran kompresor. Biasanya jenis ini dipergunakan untuk memindahkan gas dalam jumlah besar dan kapasitas yang memerlukan kecepatan. Jenis kompresor ini lebih banyak bekarja pada tekanan rendah.
Variasi dan jenis dan tipe kompresor berdasarkan cara kerjanya terutama piston masih dapat dibedakan dari letak penggerak pistonnya. Tidak selamanya penggerak jenis piston terletak di dalam satu unit. Penggerak dapat juga menggunakan gear box atau pully jada kondisi tertentu.

Mesin pendingin

SIKLUS REFRIGERASI SISTEM KOMPRESI
Refrigerasi adalah proses mendinginkan sebuah objek sehingga temperaturnya lebih rendah dari pada lingkungannya. Ada beberapa jenis teknik refrigerasi seperti siklus refrigerasi kompresi uap, termoelektrik, termoakustik, dan lain-lain. Pada dasarnya hampir semua teknik refrigerasi adalah sebuah pompa kalor yang menghasilkan keadaan yang dingin di satu bagian dan keadaan panas di bagian lainnya. Jenis teknik refrigeasi yang paling umum digunakan saat ini adalah dengan siklus refrigerasi kompresi uap (SRKU). Hal ini dikarenakan selain dapat menghasilkan keadaan dengan temperatur yang sangat rendah, sistem ini juga memiliki performansi yang baik.
SRKU adalah salah satu siklus termodinamika yang memanfaatkan perubahan fasa fluida kerjanya. Penggunaan SRKU yang paling umum di Indonesia adalah untuk mesin pendingin seperti air conditioner atau lemari es. Namun, di negara yang memiliki musim dingin, siklus refrigerasi juga sering diterapkan sebagai pemanas ruangan.
SRKU menggunakan fluida kerja yang dinamakan refrigeran. Sering kali para teknisi menggunakan kata “freon” untuk menyebut refrigeran. Sebenarnya hal ini kurang tepat karena “freon” salah satu nama merek. Refrigeran memiliki titik didih (saturasi) pada temperatur sangat rendah dibandingkan dengan air, hal ini yang menjadi prinsip dasar penginginan. Seperti yang telah diketahui bahwa air pada tekanan 1 atm maka akan memiliki titik didih di temperatur sekitar 100 oC sedangkan refrigeran pada tekanan yang sama memiliki titk didih di bawah titik beku air, sebagai contoh R134a memiliki titik didih sekitar -26oC. Semakin tinggi tekanan refrigeran maka semakin tinggi titik didihnya. Begitu pula sebaliknya, titik didih refrigeran akan semakin rendah jika tekanannya rendah. Titik didih memiliki arti bahwa perubahan fasa dari cair ke gas terjadi di temperatur tersebut. Begitu temperaturnya rendah maka penyerapan kalor dari lingkungan sekitar terjadi. Sifat termodinamika inilah yang diterapkan agar dapat menghasilkan keadaan dingin secara kontinu.

Refrigerasi sistem kompresi saat ini banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga dan skala industri. Performa yang baik dari sistem ini menjadi pertimbangan dibandingkan dengan refrigerasi sistem absorpsi. Sama dengan sistem absorbsi, sistem kompresi memanfaatkan penguapan refrigerant untuk menyerap panas pada benda yang didinginkan. Dalam suatu rangkaian tertutup refrigerant diperlakukan dalam berbagai perlakuan secara berulang-ulang sehingga mampu menyerap panas dari benda yang didinginkan.
Prinsip kerja mesin pendingin adalah :
Jika motor penggerak berputar maka akan memutar kompresor. Dengan berputar kompresor, refrigeran akan naik suhu maupun tekanannya. Hal ini disebabkan molekul-molekul dari refrigeran bergerak lebih cepat akibat proses kompresi. Gas dari refrigeran akan merambat pada pipa–pipa kondensor dan media pendinginan.
Pada bagian kondensor diusahakan adanya media pendinginan yang baik, sebab dengan adanya pendinginan yang baik pada bagian kondensor akan membantu memperlancar terjadinya proses kondensasi. Temperatur dan tekanan gas refrigeran akan naik sampai keseimbangan dicapai. Setelah terjadi keseimbangan proses kondensasi (pengembunan) gas refrigeran mengalir menerusi saluran cairan tekanan tinggi menuju refrigeran control setelah melewati drier strainer (saringan).

Siklus (daur) kompresi uap merupakan daur yang terbanyak digunakan dalam sistem refrigerasi.
Pada daur ini ditekan dan kemudian diembunkan menjadi cairan, lalu tekanannya diturunkan agar cairan tersebut dapat menguap kembali.
Berikut ini adalah salah satu rangkaian refrigerasi sistem kompresi sederhana.

Dari gambar rangkaian diatas terjadi empat perlakuan terhadap refrigerant di dalam sistem tersebut.

  1. Penguapan

Supaya perpindahan panas terjadi maka refrigerant diharapkan mempunyai suhu yang lebih rendah dari benda yang didinginkan. Sifat dari suatu cairan bila tekanan tinggi maka suhu dan titik didihnya akan tinggi sebaliknya bila tekanan rendah maka suhu dan titik didihnya akan rendah pula. Oleh karena itu suhu refrigerant harus diturunkan supaya suhunya lebih rendah dari pada suhu benda yang didinginkan dengan cara menurunkan tekanannya. Benda yang ditempatkan diruangan tertutup dimana “EVAPORATOR” terpasang akan terserap panasnya oleh cairan refrigerant. Karena cairan refrigerant menyerap panas terus-menerus maka wujud refrigerant akan berubah menjadi uap. Uap ini mengandung panas yang berasal dari benda yang didinginkan. Uap yang dihasilkan oleh evaporator adalah uap bertekanan rendah dan bersuhu rendah.

  1. Kompresi

Uap refrigerant yang dihasilkan oleh evaporator akan mengalir menuju “KOMPRESOR”. Didalam kompresor uap refrigerant ditekan sehingga tekanan dan suhunya akan naik. Suhu yang dihasilkan diharapkan lebih tinggi dari suhu pendingin kondensor. Kandungan panas dari uap yang dikompresi dalam kompresor akan bertambah karena adanya panas yang dihasilkan oleh gesekan komponen-komponen dalam kompresor. Uap yang dihasilkan oleh kompresor adalah uap bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi

  1. Pengembunan

Setelah ditekan, uap refrigerant akan mengalir ke “KONDENSOR”.Panas yang dibawa oleh uap refrigerant dipindahkan ke media pendingin di kondensor, karena suhu refrigerant lebih tinggi dibandingkan dengan suhu media pendingin kondensor. Karena panasnya diambil, uap refrigerant tersebut akan berubah wujudnya menjadi cairan bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Pada akhir pipa kondensor diharapkan semua uap refrigerantt telah berubah menjadi cairan bertekanan tinggi. Media pendingin yang digunakan di kondensor bisa berupa udara, cairan atau kombinasi antara keduanya.

  1. Penurunan tekanan

Cairan bertekanan tinggi dari kondensor akan mengalir ke “KATUP EKSPANSI”. Didalam katup ekspansi cairan refrigerant bertekanan tinggi diturunkan tekanannya. Karena diturunkan tekanannya maka suhu dan titik didih cairan refrigerant tersebut akan turun dan diharapkan suhunya lebih rendah dari suhu benda yang didinginkan. Katup ekspansi juga mengatur jumlah refrigerant yang mengalir didalam evaporator supaya sesuai dengan jumlah panas yang ada pada benda yang didinginkan.
Bahan pendingin (refrigeran) banyak sekali macamnya, tetapi tidak satu pun yang dapat dipakai untuk semua keperluan pendinginan.

Suatu bahan pendingin mempunyai syarat–syarat untuk keperluan proses pendinginan antara lain :

Tidak beracun dan tidak berbau dalam semua keadaan.
Tidak dapat terbakar atau meledak bila bercampur dengan udara, minyak pelumas dan sebagainya.
Tidak menyebabkan korosi terhadap bahan logam yang dipakai pada sistem pendingin.
Bila terjadi kebocoran mudah diketahui dengan alat–alat yang sederhana maupun dengan alat detector kobocoran.
Mempunyai titik didih dan tekanan kondensasi yang rendah.
Mempunyai kalor laten penguapan yang besar, agar panas yang diserap evaporator sebesar–besarnya.
Viskositas dalam fase cair maupun fase gas rendah agar aliran refrigeran dalam pipa sekecil mungkin.
Harganya tidak mahal dan mudah diperoleh.
Konduktifitas thermal yang tinggi.
Konstanta dieletrika dari refrigeran yang kecil, tahanan lisrtrik yang besar, serta tidak menyebabkan korosi pada material isolator listrik.
Tidak merusak tubuh manusia.
Macam macam dan Kegunaan komponen-komponen tersebut adalah :

a. Evaporator

Alat untuk menguapkan refrigerant dan untuk memindahkan panas dari benda yang didinginkan ke refrigerant.

b. Kompresor

Alat untuk menghisap dan menekan uap refrigerant sehingga bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi serta mensirkulasikan refriegrant ke seluruh komponen.

c. Kondensor

Alat untuk membuang panas benda yang didinginkan keluar sistem, alat untuk merubah uap refrigerant bertekanan tinggi menjadi cairan bertekanan tinggi.

d. Katup ekspansi

Alat untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant sehingga suhu dan tekanannya turun.

Siklus refrigerasi kompresi uap memiliki dua keuntungan :

Sejumlah besar energi panas diperlukan untuk merubah cairan menjadi uap, dan oleh karena itu banyak panas yang dapat dibuang dari ruang yang disejukkan.
Sifat-sifat isothermal penguapan membolehkan pengambilan panas tanpa menaikan suhu fluida kerja ke suhu berapapun didinginkan. Hal ini berarti bahwa laju perpindahan panas menjadi tinggi, sebab semakin dekat suhu fluida kerja mendekati suhu sekitarnya akan semakin rendah laju perpindahan panasnya.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.